Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk analisis strategi pengembangan lembaga keuangan
mikro syariah pada BMT Tawfin, Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi
kinerja kesehatan BMT Tawfin berdasarkan model penilaian kesehatan dari Kementerian
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 2) mengidentifikasi faktor-faktor strategi internal dan
eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha BMT Tawfin, 3) menyusun rumusan dan
alternatif strategi yang tepat untuk pengembangan BMT Tawfin dalam pembiayaan usaha mikro.
Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini juga
dilakukan dengan menggunakan beberapa metode analisis seperti analisis penilaian kinerja
kesehatan, matriks evaluasi faktor internal (IFE) dan evaluasi faktor eksternal (EFE), matriks
internal-eksternal (IE), SWOT dan strategi samudra biru atau blue ocean strategy (BOS).
Berdasarkan analisis penilaian kinerja kesehatan, BMT Tawfin memperoleh skor 51,70 yang
termasuk dalam kriteria dalam pengawasan. Berdasarkan hasil matriks IFE dan EFE, perbedaan
nilai tertimbang masing-masing adalah 2.497 dan 2.010, sehingga posisi BMT dalam matriks IE
terletak pada kuadran V. Dengan demikian BMT Tawfin perlu menggunakan strategi menjaga
dan mempertahankan. Berdasarkan hasil matriks SWOT, strategi prioritas yang dapat
dilaksanakan oleh BMT Tawfin adalah strategi WO (weakness – opportunities). BOS merangkai
prioritas 5 usulan strategi baru. Hasil penelitian menunjukkan strategi baru yang diajukan
memiliki kelayakan sebagai strategi samudra biru (BOS).